Dengan hormat, Calon adik ipar saya membeli sepatu kepada seorang desainer sepatu, yang menggunakan jasa perusahaan anda untuk mengirimkan barangnya kepada adik ipar saya, dengan memakai alamat rumah saya. Kode pengiriman 020078032463
Menurut keterangan si pengirim barang, barang sudah dikirimkan sejak hari senin/selasa. Tetapi barang sampai hari ini belum diterima kami. Setelah di telepon ke perusahaan anda. Saya mendapat kabar bahwa pengantar anda sudah dua kali ke rumah saya, dan tidak ada orang di rumah. Walaupun terasa aneh, mengingat saya berkerja di rumah dan banyak asisten rumah tangga di rumah saya, dan adik saya yang juga berkerja di rumah, tidak mendengar adanya orang mengetok pintu, memencet bel rumah, ataupun berteriak memanggil orang di dalam rumah.
Akhirnya diberitahulah kami, bahwa kami bisa mengambilnya hari ini jam 19:30 di cabang anda di daerah rawamangun, sedangkan rumah kami di daerah pondok indah. Kenapa 19:30? Karena orang yang bertugas baru masuk jam tersebut, walaupun terasa janggal, tetapi karena mengingat kesalaha kami, walaupun terasa aneh karena kami harus menunggu satu orang itu, yang bernama YOHANES SUMARDI, karena logikanya masak untuk mengambil satu barang harus menunggu seseorang yang spesifik?
Saya mengirim pengemudi kami untuk mengambil barang, yang ternyata disepakati barang diambil jam 22:00 tadi. Setelah sampai di sana, teryata barulah diberitahukan bahwasanya barang kiriman dalam keadaan rusak terlindas ban berjalan [?] pada hari selasa, di tempat anda!, jadi petugas anda telah mengaku kepada pengemudi saya bahwa telah berbohong mengaku-aku bahwa dia telah dua kali ke rumah kami.
Saya sangat marah dan kecewa bukan hanya karena kerusakan barang yang kami pesankan, tetapi karena perusahaan anda, dalam hal ini petugas anda, telah berbohong kepada kami, dan yang menjadi masalah adalah barang tersebut akan dipakai oleh calon adik ipar saya itu di pernikahannya besok lusa di pulau Bangka. Jika petugas anda jujur dari mula, sejak selasa…bayangkan selasa, hari ini hari kamis!, mungkin kami bisa mengantisipasi kejadian ini, dengan membeli sepatu baru.
Anda mau mengganti 1000 kali-pun sudah tidak cukup waktu bagi kami untuk mencari penggantinya. Rasanya akan percuma jika saya menelpon ke 021-4704979, karena saya sekeluarga besok subuh sudah akan berangkat ke Pulau Bangka.
Saya sangat kecewa karena saya belakangan ini sering sekali memakai jasa perusahaan anda.
Saya akan menyebarkan surat ini ke koran-koran terkemuka, milis-milis terkemuka, serta akan saya postingkan dalam beberapa blog saya, supaya jangan ada lagi calon pengguna yang dikecewakan oleh perusahaan anda. Mengingat ramainya persaingan jasa pengiriman barang di Indonesia, kelakuan salah satu petugas anda ini, yang tidak bertanggung jawab dan membohongi pelanggan, merugikan anda, karena saya terus terang malas memakai jasa anda di kemudian hari.
The Other Culture, FX Lantai 6, Jalan Jend. Sudirman Jakarta
Setelah berbulan-bulan bingung mau launching dimana, akhirnya Cikibawawaw: Kumpulan Cerita Nggak Penting...launching juga! yay! udah nggak bingung lagi jawab pertanyaan orang-orang!
Mari datang sambil berdendang...
Oh ya plus...Curhat Anak Bangsa, si penerbit, konon mau buka pojok CAB di toko TOC itu...seru kan?
Berhubung sudah banyak yang nanyain kapan Put kapan launchingnya?, dan berhubung masih sibuk nyari tempat di mana enaknya launchingnya, sambil menunggu akhirnya ayo kita pre-order Cikibawawaw deh!
Oh ya kalau pre-order, kalian akan mendapatkan satu merhandise salah satu karakter dari Cikibawawaw, plus tanda tangan si Putra (ini kalo mau), kalau mau nitip ditulisin buku ini buat siapa, kabarin aja di e-mailnya yah!
Ngomong-ngomong caranya gimana? kirim email ke cikibawawaw@gmail.com dengan subject “PESAN CIKIBAWAWAW” kirim ke 1. Nama, usahakan nama rumahan kalian yah… 2. Alamat 3. Nomer HP, buat konfirmasi 4. Jumlah buku 5. Pilih merchandise yang kamu mau, di tulis nomernya yah… 6. Kalau misalnya nih, mau ngumpulin semuanya, eh ada 7 buah jenis merchandisenya loh!
Harga buku @ Rp 35.000,- Harga merchandise @ Rp 15.000
Ongkos Kirim untuk Jakarta Rp. 6000, untuk luar Jakartai, nanti akan di konfirmasi via e-mail, berhubung harga rekanan kurir ternyata berubah untuk luar Jakarta…
Untuk tata cara pembayaran, akan di berikan via e-mail…
buahahahaha dimulai dengan berfreelance ria di lantai 26, menara thamrin, freelance tetap, untuk dua minggu saja, hitung-hitung ngebantu teman, tapi ternyata huahahahaha sangat menyita waktu...dari seminggu paling hanya dua hari yang pulang di tanggal yang sama...
sempat panik juga mengingat datang disaat proyek-proyek itu sudah berjalan, ditengah jalan malah, oh well...belum lagi jam tujuh malam sistem AC yang dimatikan, sehingga badan pliket, lengket huahahaha...plus komputer saya yang ternyata nggak sampai 1 GB memorinya, belum lagi sistemnya masih 10.39, sehingga kalau buntu mau pake sketch up-nya google, terpaksa harus buka si gaga, iBook saya yang komula itu...
belum lagi susahnya menelpon dari lantai 26 itu, CDMA stengah mati harus mencari spotnya...atau terpaksa turun lift dulu ke lobby gedung...GSM? walau nggak separah CDMA tapi tetap saja rada susah...nelpon huahahaha belum lagi kadang kala lupa bawa charger hehehe
pokoknya sempat mabok rasanya huahahahahaha...
sekalinya bisa pulang ke rumah, bukan ke rumah Irian, ternyata kamar mandi saya pipanya pecah, sehingga air meluap masuk ke kamar, dan berhubung kamar mandi saya tidak berpintu...dan karena kamar saya sudah tidak muat tempat untuk menaruh majalah/buku/kertas, dan mereka bertumpuk di lantai kamar...basaaaaaah semua...kebajiran...dan gilanya nggak ada yang sadar kalau pompa air terus bekerja...jadi jam 11 malam ketika saya sampai di rumah, sibuk lah saya dan si Agus, supir kami, mengepel, menjemur semua yang keredam air...damn it! dan malamnya saya masih harus membuat layout print ad, sampai jam 2 pagi alhasil...mata saya semakin hari semakin sipit rasanya...
tapi semua tertolong dengan adanya bazaar di menara thamrin...karena ada stand penjual roti yang enak banget menurut saya yang paling nggak diaminin sama ACD dan kawan-kawan sepenunggu kantor saya itu...roti keju lapis coklat yang rada gosong ngebakarnya nyam-nyam itu...
weekend, memang sih nggak sempat masuk...tapi tetap saja kerja sampai pagi dirumah berhubung komputer dirumah sedikit lebih kencang daripada dikantor...buahahahaha tapi minggu ini berbeda...dimulai dari akhirnya bisa pulang disaat matahari masih sedikit nonggol...walaupun hanya ujung-ujungnya saja...
ke Java, lihat-lihat sepatu murah...disambung ke Sarinah, lihat-lihat CD...akhirnya malah beli DVD-DVD animasi yang pastinya baru bisa saya tonton entah kapan...makan Ayam Malaya, setelah sebelumnya mampir Irian...nengok rumah...sambil menunggu kabar dari Rina, yang mau karaokean bareng teman-temannya dan ex-Satu Citra lainnya...di Inul Vista Pasar Festival...jadi habis makan jalan kaki ke Taman Menteng, ngecegat bus ke PF...
sumpah pegal dan ngantuk rasanya...
sampai disana, nggak buru-buru ke Rina, karena toh mereka belum dapat kamar juga, soalnya kita bertujuh...jadi pergilah saya ke Samudera Buku, itu loh toko buku bekas di bawah PF...
nah ini asyiknya...nemu komik Achille Talon, Danny & Katia, plus majalah film import, dan buku-buku inceran saya SD, Mati Ketawa Cara Rusia dan Reinkarnasi-nya Vicky Mackenzie...yang pertama sih sebenarnya udah baca tapi karena beberapa joke-nya nggak cocok buat anak-anak jadi dulu saya suka bacanya sembunyi-sembunyi di jalan Tanjung dulu, walaupun rasanya nggak pernah tuh dilarang untuk membacanya...atau mereka tidak tahu kalau saya membacanya...nah yang satu lagi itu kendala uang...soalnya kan uang saku anak SD mana besar sih...minta sama orang tua? ah saya suka malas minta-minta dibelikan sesuatu...mainan pun nggak pernah minta rasanya...
jadi puas banget rasanya dapat buku-buku ini lagi...akhirnya...
eniwei...kita akhirnya baru dapat kamar jam 9, dan baru kelar jam 11, berhubung kemalaman, Rina akhirnya nginap dirumah, dan saya ngungsi tidur bareng adik saya...tapi tetap saja nggak bisa langsung tidur...diotak saya penuh dengan ide-ide untuk brainstorm senin besok, hari terakhir saya main-main di lantai 26...jadi tidurlah saya jam 2 pagi...
besoknya, menjelajah getty, corbis dan masterfiles, buat nyari image untuk BS besok...berhubung dirumah internet rumah lebih kencang kemana-mana ketimbang di kantor, jadilah bekerja lagi...sambil leyeh-leyeh nyimpen tenaga buat nanti malam...
nanti malam? ada apa?
DJ set Peter Hook...di Embassy, jam 9 nanti..huahahaha...bukan soal ngeDJnya yang mau saya kejar tapi Peter Hook-nya! kapan lagi ketemu salah satu dewa-dewa musik saya...walaupun saya lebih suka Joy Division ketimbang New Order, tetapi tetap saja setelah Ian Curtis tewas, Hooky-lah idola saya huahaha...dan belajar dari pengalaman tahun lalu ketika gossipnya dia mau kesini, dan gagal...jadu saya nyantai-nyantai saja...tidak terlalu berharap dia jadi manggung, sama ketika Saint Etienne kemarin katanya mau manggung bareng Radio Dept. di Bandung kemarin...dan ternyata nggak jadi, bahkan mereka Saint etienne sepertinya tidak tahu kalo nama mereka "dicatut" masuk dalam poster acara kemarin...
eh ternyata jadi manggung oom-oom madchester ini...
jam sembilan mulai sibuk nyari pasukan, akhirnya bareng si Gepeng, Denisa dan Ikhwan...jam sepuluh kurang sampai sana...nah loh masih kosong...setelah sebelumnya ngambil presale ticket hasil nitip sama si Arosdipos, jadilah nongkrong di bar, karena semuaq meja malam itu direserved semua...jam 11 baru ada kehidupan, disaat si Adit RNRM berkerja, ternyata sebetuk oom-oom bule masuk ke ruangan, Hooky ternta huahaha...langsung Gepeng berusaha menghadang dia di DJ booth, disusul manusia-manusia lainya...termasuk Batman...nggak ngajak-ngajak mereka foto-foto bersama...dan yah seperti groupie-groupie lainnya, dan sedikit menyesal karena nggak kepikiran bawa sleeve-sleeve NO dan JD saya...akhirnya berfoto bareng lah saya dengan Hooky dan menodong tanda tangan di uang cebanan saya, karena nggak ada poster, tiket apapun untuk ditandatangani, dan kaos saya malam itu ungu gelap, jadi percuma kalo ditanda tangani...itu juga setelah ngembat ballpoint bartender dahulu huahahaha...dan untung sempat berpikir pakai uang cebanan instead of uang 50 ribuan, lumayan buat mesan minuman nanti hehehehe...
buahaha...
seumur-umur baru sekarang saya ngajak foto bareng idola saya, biasanya mah gengsian huahaha...makan tuh gengsi...jadi teringat oom-oom saya yang hobinya foto bareng dengan artis...ah sebodoh...Hooky! kapan lagi? tinggal nunggu si Geps e-mail saja...
Ketemu lagi dengan manusia-manusia keseperacaraan...hehehehe...
Hookey akhirnya main juga, sejujurnya buat saya Hooky berantakan sekali mainnya, sampai-sampai saya sering tertawa sendiri melihatnya, apalagi melihat muka Yenda, teman saya, si tukang protes, yang rasa-rasanya sudah penuh dengan komentar-komentar tentang cara Hooky nge-DJ huahahaha dan cara nyambungnya itu loh sembarangan banget...apalagi mix-mix lagu Joy Divisionnya yang hauhahahaha ajaib...tetapi malam kemarin itu seru juga rasanya karena rusuh sekali lihat cara mainnya...sangat teatrikal, gestur tubuhnya yang nggak sesuai dengan musiknya huahahaha...tapi tetap saja seru karena jadinya Embassy aneh aja atmosfirnya, serasa di Parc atau Parkit huahahahahaha, plus Abel dan lain-lain yang naik ke atas panggung...belum lagi Aming dengan wig ala Closer-nya Nat Portman... sampai-sampai Batman di usir dari panggung oleh security, gara-gara kepenuhan...
dan pakai upacara mati listrik sepersekian detik segala huahahahhahahaha...ah menyenangkan malam kemarin, belum lagi ketimpuk kaos gratis Hook Me Up...
jam tiga kurang berapa menit, akhirnya saya dan Rina menyerah, karena besoknya kita ada kawinan dan Rina harus pulang ke Ciputat, jadi kita pulang sebelum acara selesai, yang kayaknya baru akan selesai jam 5 nanti...
pulangnya saya numpang kembali tidur dikamar adik saya, bareng adik saya si Abo...dan tepar seharian...sambil sesekali mencari gamabr lagi di Getty huahaha...sungguh riuh minggu-minggu saya ini...
minggu ini? harus ke pasar Cikini...sudah dua minggu cincin dianggurin huahahahaha!
oh tidak...akhirnya waktu tutup mereka sudah diannounce secara resmi tanggalnya: oh damn you aktor nggak penting berinisial B.A yang mau merubah tempat sosis enak ini jadi tempat karaoke...yang sudah pasti berisi wanita-wanita lokal pemangsa turis...
oh saya pertama kali kenal dirimu, bistro-ku yang enak itu, gara-gara sepupu saya mengajak makan disana, dan sampai hari ini, sejak lima-enam tahun yang lampau, saya selalu memesan menu sosis yang sama, walaupun terkadang tergiur melihat menu-menu dahsyat mu lainnya...sampai-sampai kemarin si mbak-mbak pelayan sudah langsung [sok] tahu memesankan makanan dan minuman favorit saya...hahahaha sosis dan coca-cola...
dan kemudian giliran saya yang meracunkan virus makan disana ke kawan-kawan saya...
dan ketika saya tinggal di menteng menemani kakek selama renovasi rumah, seringkali kalau saya kelaparan ditengah malam, berjalan kaki kesana, sendirian, makan sosis sambil melihat mbak-mbak lokal penjual diri menawarkan "dagangan" mereka ke turis-turis asing, kebanyakan kulit putih, dengan cara yang beraneka ragam...mulai dari glendat glendot hingga promosi melalui mulut, tanpa sensor kata-katanya hihihihi...
oh ya ini waktu pertama kalinya rina ketemu saya [plus rani, ronny, aryus] dan saya racunin makan di bistro enak ini...dan sejak itu dia ketagihan makan sosis disana hehehe...
ini e-mail dari mereka...
At last!
We thought it would never happen, but the time has finally come.
Since all good things must end, now is the time for the Ya-Udah Bistro to say goodbye.
So goodbye to all our customers, past and present. Goodbye to those who complained and refused to pay, goodbye to those we insulted and threw out.
And goodbye, especially, to those customers who remained loyal through all our various difficulties, right to the end.
Thus, the moon will finally set upon the Ya-Udah Bistro at midnight on Sunday, 27th April.
At last!
...btw ini alamat e-mail mereka, siapa tau dikasih tau mau pindah kemana nantinya: info@nusaglobal.com mari kita bersama-sama bersosis ria plus kentang goreng jermannya...minggu ini...mudah-mudahan kalian jangan buka di kemang...karena pasti atmosphernya akan berbeda, nggak mirip poppies bali seperti sekarang, kumuh tapi nyaman...huhuhuhuhuhu damn you B.A!
YaUdah Bistro Jl. Jaksa 49 Kebon Sirih, Jakarta Pusat 10340
Pertama kali saya nonton film pendeknya Royston Tan yang judulnya "Cut" ini dalam ajang Jiffest beberapa tahun yang lampau...cut sendiri sebenarnya kritik Tan atas kelakuan badan sensor Singapura yang rajin menyensor film-film yang masuk, melebihi rajinnya lembaga sensor film Indonesia hehehe...
part 1
part2
part3
Jadi ingat perubahan negara saya yang berusaha kembali menjadi negara yang represif
Postingan ini dalam rangka berusaha mencerdaskan pemimpin-pemimpin negeri saya ini...dan beberapa orang yang main hantam dukung pemblokiran youtube karena mereka tidak pernah membuka youtube..
ini contohnya:
"yono, para pelanggan internet sebenernya lebih banyak yang butuh keberadan youtube, daripada yang gak membutuhkan, indonesia adalah negara miskin, maka itu hanya sebagian kecil saja yang tahu keberadaan youtube, hanya orang yang tahu internet. mungkin hanya berapa persen saja dari warganegara indonesia yang tahu internet karena mereka browsing diinternet kan seperti berarti pemborosan(red -orang miskin), tapi setelah adanya film fitna diyoutube khususnya, muslim idonesia kaget kalau ternyata di internet ada film yang mengandung penghinaan pada islam.tentu saja mereka langsung mengutuk si pembuat film.dan sebagian besar pasti menginginkan si pembuat film dan penyebar film untuk bertanggungjawab dan meminta maaf atas penghinaan tersebut,tentang ditutupnya youtube sangat saya sangat setuju,karena youtube yang sebelumnya diketahui manfaatnnya oleh sebagian kecil orang indonesia sekarang justru dikenal oleh muslim indonesia setelah mempertontonkan film fitna,sangat tidak benar jika youtube mempunyai manfaaat bagi orang indonesia, kalau untuk orang - orang kaya indonesia YA, tapi juga tidak semua orang kaya tahu internet!, boleh dibilang youtube kecil sekali manfaatnya bagi warganegara indonesia tapi besar madhorotnya.."
bisa di cek dibagian komentarnya detik net naah untuk bagian terakhir itu coba deh kalo dia cek di youtube banyak yang beginian juga lho...[btw ini cuma contoh...sisanya cari sendiri yah bapak Yono yang budiman..., dan juga presiden saya yang tidak cerdas, juga hamba-hambanya sekalian...]
sekaligus melanjutkan postingan kemaren sekaligus mengasih lihat kalau youtube itu bukan sebuah situs yang tiada guna...paling nggak buat saya karena disana banyak tutorial, news reel, sampai promosi band-band indie...
lagipula nggak usah buka youtube bagian Fitna kalau tidak suka...kalau perlu buat tandingannya sekalian, lalu upload disana...lebih cerdaskan bapak-bapak sekalian?
btw quote of the week: "...pertentangan blogger, hacker, cracker. saya lebih suka cracker..." Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
Jadi janganlah memilih pemimpin-pemimpinmu yang sama ditahun yang akan datang...tujukkanlah kalau kita lebih bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah, tidak seperti pemimpin-pemimpin kita sekarang ini, yang tidak bisa memilih tindakan dengan cara yang cerdas...
Amiin...
NB: Ya Tuhanku berikan kami pemimpin kami yang cerdas...[masak sih tidak ada?...]
ada seorang kontestan, yang menurut saya nggak jelek suaranya, cuma yah berhubung dia laki-laki tapi gemulai, terus dengan enaknya si anang biang dia nggak suka tanpa alasan yang jelas...begitu juga si indra...cuma titi yang jujur menilai orang berdasarkan suaranya bukan kegemulaiannya...sampai-sampai orang itu harus ditolak untuk masuk kebabak selanjutnya...
sehingga dia harus di tes ulang esok harinya...dengan syarat harus kelihatan maskulin?
dan baru diterima gara-gara nyanyinya harus bergaya maskulin, dengan alasan penyanyi di luar sana yang orientasi seksualnya seperti sang kontestan, pas nyanyi kelihatannya macho...seperti Freddy Mercury dan George Michael? lah terus Boy George, Pet Shop Boys, Erasure, Elton John dan lainnya?
sedangkan ada kontestan perempuan yang suaranya biasa saja tapi anang dan indra ok-ok saja karena secara visual menurut mereka appealing...?
lah ini kontes nyanyi atau apa sebenarnya...
mungkin memang kalau lagi keseleo kakinya, seharusnya nggak nonton acara beginian kali yah supaya nggak ngomel-ngomel? hehehehe
Kurang lebih begitu isi sms-sms teman saya dua minggu belakangan ini…aih Duran-Duran…seharusnya wajib yah, apalagi sekarang formasi hampir lengkap [lagi], minus si Andy Taylor…membayar kekecewaan saya yang nggak jadi nonton mereka di singapura dahulu, berhubung nenek anak buah saya [bukan nenek-nenek jadi anak buah saya yah] meninggal sehingga anak buah saya cuti, balik ke Bali, dan saya nggak jadi ke Singapura menonton mereka…sehingga terpaksa dengan baik hatinya sepupu saya menelpon dari sana, ke GSM saya, pas mereka mainin lagu Save A Prayer…
Dan dengan manisnya pula dia membelikan saya buku official tour guidenya mereka yang ok banget itu…
Aih Duran-Duran… Zaman dahulu, waktu semua perempuan rambutnya tinggi, orang-orang berlomba-lomba membolongkan lapizan ozon, dan semua wanita bertambah tegak pundaknya…bapak saya suka menghadiahkan poster mereka, itu loh poster ukuran A2, dari karton duplex, yang biasa dijualin disekitaran blok m, terutama kawasan sekitar taman Martha Christina Tiyahahu…
Aih Duran-Duran… Pertama kali saya melihat kalian di video rental, Top Pops, satu-satunya sarana untuk melihat video klip luar, bebarengan dengan Stevie Wonder dan I Just Called To Say I Love You…Hall and Oates Man Eater, Depeche Mode Master And Servants, dan lainnya…tiba-tiba saya melihat kalian…dan video kalian yang dahsyat itu…Wild Boys!dan saya terkesima dengan kepala robot botak di meja itu…lihat ada cowok ber rambut penuh di bagian depan, terikat di atap mobil, menghadap monitor…melihat sang vokalis yang centil dan chubby, dengan lenguhan-lenguhan suaranya yang sangat khas itu…dan ditutup dengan mereka diarak [?] layaknya astronaut pulang kandang, dengan confetti yang bertebaran…
Aih Duran-Duran…
Warna video mu yang biru keunguan serta abu-abu itu membuat saya terkesima…
Aih Duran-Duran… Ternyata bukan saya saja yang terkesima dengan dirimu, tetapi beberapa orang saudara saya yang seumuran, teman-teman di SD-pun juga terkesima…dan mulai lah saya melihat sepupu-sepupu perempuan saya yang asyik membagi-bagikan siapa yang “pacarnya” siapa, maksudnya anggota Duran-Duran mana yang mereka sukai…dan hampir semua laku, sampai ke Andy Taylor yang menurut saya tampangnya mirip cecunguk itu…gara-gara rambutnya jabrik dan mulutnya rada kempot dibandingin yang lain…Dan John Taylor lah yang menjadi ajang perebutan terseru…berhubung katanya dia yang terganteng…sampai-sampai seorang Hilman Hariwijaya, membuat seorang karakter berdasarkan dia…si Lupus itu…dan ajaibnya sampai-sampai foto Hilman di halaman belakang pun dari buku pertama seri Lupus, berambut ala si John Taylor, walaupun sangat nggak cocok kelihatannya...pokoknya hebatlah...semua demam Duran-Duran...
Aih Duran-Duran... Demam itupun terus menjalar, nggak ada meja nganggur dan halaman buku yang nggak saya coretin dengan logo mereka itu, dua huruf kapital "D" yang satu tegak dan yang satu lagi leaning, doyong ke depan...plus garis-garis...dibelakangnya...[kayaknya saya pernah ngebahas ini ntah dimana...] dan ujung-ujungnya disuruh ngamplas meja, dari tip-ex-tip-ex-an logo mereka, oleh bapak guru saya yang nggak ngerti enaknya New Wave kekekeke
Aih Duran-Duran... Terus mulailah meng-khatamkan Duran-Duran, dengan cara menonton video-video betamax kalian...Duran-Duran Arena, yang paling top-nya...mencoba mencari lirik lagu-lagu kalian, dengan cara ngepause-play-pause-play-kadang ngerewind-play lagi...dan ternyata memang kalian lirikus yang berantakan rupanya hahahaha, dan ternyata beberapa tahun yang lalu saya baca di Blender, memang kalian salah satu band/pemusik terburuk di bagian penulisan lirik...tetapi tetap kalian jadi jagoan saya...
Sampai-sampai saya pingin banget nonton James Bond di bioskop, A View To A Kill, gara-gara kalian yang ngisi soundtracknya...tetapi apa daya...masih anak kecil umur saya...10 tahunan [zaman dulu film itu tidak langsung masuk bioskop di Indonesia, berbarengan dengan premier di luar sana...] dan zaman dulu kayaknya lebih kuat peraturan usia tonton-menonton ketimbang sekarang...walaupun kadang-kadang rada longgar kalo buat nonton film Warkop di bioskop...ah sudah lah...
Aih Duran-Duran... Terus Simon [Le Bon] masuk dunia dalam berita, yah benar dunia dalam berita...karena kapalnya terbalik disalah satu lomba diluar sana...dan rada heboh lah saya yang jauh belum ABG tapi sok ABG ini...ah nggak pentinglah pokoknya saya zaman itu...Terus mereka bubar, atau istirahat sejenak...sebagian [Andy dan John] bikin The Power Station, bareng si Robert Palmer, sisanya bikin Arcadia, yang terakhir ini rasanya lebih cocok buat saya, dan covernya pun ok banget... Terus kalian baikan lagi, yah paling nggak tiga anggota kalian John, simon dan Nick Rhodes...dan keluarlah album Notorius yang Not...Not...Notorius begitu...
Aih Duran-Duran... Terus keluar album kalian yang "underrated" tapi buat saya lebih ok daripada Notorius, Big Thing...ohya kaset kalian yang ini salah satu kaset pertama saya, semenjak kaset bajakan dilarang...coba aja dengerin Too Late Marlene...terus perlahan-lahan album kalian semakin busuk...walaupun Liberty ada lagu Serious-nya...
Aih Duran-Duran... Akhirnya kalian membuat album yang bagus lagi, Duran-Duran judulnya, yang lebih dikenal sebagai Wedding Album...dan gara-gara album ini akhirnya saya bertemu kalian...bareng-bareng sepupu-sepupu saya...beramai-ramai menonton kalian...ah puas saya saat itu...walaupun kalian bertiga plus Warren Cucokrowo...tapi backing vocal kalian itu keren banget, cantik, seksi, dan jagoan suaranya, Lamya Al-Mugheiry, belum lagi kalian menyanyikan Lithium-nya Nirvana...plus atraksi menggantung boneka Bart Simpson di atas keyboardnya Nick...terpuaskanlah saya...melihat kalian...sampai merinding-merinding segala melihat jagoan-jagoan didepan mata...
Aih Duran-Duran... Tanggal delapan nanti kalian datang lagi...tapi kok kali ini saya tidak terlalu ter-ter seperti dahulu kala? apakah karena album Astronaut kalian yang busuk itu? atau karena ternyata efek Timbaland rasanya aneh? pas saya melihat kalian di Ellen? apakah tiket kalian yang saya rasa terlalu mahal, mengingat kalian tidak se-hip dahulu? walaupun pacar saya dengan baiknya mau mensubsidi setengahnya...walaupun ibu saya mengancam mau membelikan saya tiket gara-gara kalau dia dengar Hungry Like The Wolf ingat saya zaman dahulu...Tetapi saya rasa saya nggak nonton kalian kali ini...karena ternyata harga emas naik hahahaha... hahahaha...kita lihat saja nanti...
...Soal pembajakan yang terjadi dan mengancam album keduanya, seperti kerap dikatakan Presiden, " Mari kita lihat sisi positifnya." Faktanya, banyak artis dan musisi makin terkenal karena peredaran album bajakan yang sangat murah harganya di lapak-lapak kaki lima.
Dengan album bajakan, Yudhoyono dapat tetap berkomunikasi dengan rakyat kebanyakan yang makin terkuras kantongnya karena makin naiknya harga-harga kebutuhan pokok.
diambil dari artikel "Aktivitas Presiden: Ungkapan "Rindu" Yudhoyono pun terserak di lapak bajakan...", harian Kompas halaman 3, Senin, 10 Maret 2008...
Nah loh
Bodoh banget orang ini...Kalau begitu ngapain juga dia jualan CD, buat aja gratisan...
Jam 6:30, setelah makan malam di food court Plaza Senayan, bareng Rina dan Yoshi...kita buru-buru berjalan kaki menuju Tennis Indoor Senayan...setelah mengosongkan kandung kemih kita masing-masing tentunya hahahaha...
Jam 7an...disambut serombongan mas-mas calo nawarin tiket atau nawarin beli tiket lebih, gila banget...di kiri-kanan, banyak mas-mas penjual kaos "bootleg" Björk, dari yang sangat amat busuk kualitasnya sampai yang terdesain baik, yang ini mah jualan distro-distro-an...sepertinya...
Ketemu mereka-mereka, muka-muka lama, manusia-manusia seperacaraan...terakhir sebelum masuk ketemu Wening...yang suka bikin sirik itu hihihihi, dan Tim & Ellie Piccolinnos...yang buka stand kebab ter-enak se-Jakarta itu (dengan catatan kalo ada Tim di restaurantnya)
Ternyata pintu masuk kita beda, walaupun kelasnya sama-sama festival, saya dan Rina pintu 1, Bang Yos pintu 2, dan berjanji bertemu di dalam (dengan naifnya hahaha)...dan ternyata harus mampir wc lagi...ada yang beser soalnya...dan didalam ternyata orang-orang sudah menumpuk kedepan panggung...dan berhubung Rina mungil, jadilah saya mencari posisi terbaik, sedekat mungkin ke panggung...dan Bang Yos tidak nampak dimana gerangan...yang nampak malah JimiIyubDitaSulung dan lain lain...oh well, dan ternyata nggak gampang nyari spot yang rada Rina friendly, mau ngangkat tapi kok gila aja...jadi bersabarlah kita sedikit demi sedikit bergeser kearah spot tujuan, tengah tapi nggak depan banget...percuma juga banyak monitorkan didepan panggung...
Setelah lama nunggu dan sempat kecewa dengan tata panggung yang blak hitam, dengan kiri-kanan backdrop it's Java Musikindo event...dan monitor yang memutar berulang-ulang sponsor utama konser ini...suatu merek rokok...tapi untungnya musik yang dipasang musik lucu yang saya curiga jangan-jangan dari playlistnya iPodnya Björk...
Tiba-tiba roadienya masuk bolak-balik nancepin bendera-bendera (pataka), dengan illustrasi hewan-hewan laut dan simbol-simbol ntah apa...mirip patakan zaman samurai edo Jepang dahulu...dan tiba-tiba panggung yang sepi itu jadi waaah keren ternyata...ternyata mereka mendekor juga! nggak standar plain seperti panggung konser lazimnya di Indonesia (selain Phil Collins, baru kali ini saya lihat set panggung yang tergarap di konser di Indonesia)...sederhana tapi keren, seperti nonton Teater Koma rasanya...set panggungnya lho...
Setengah delapan lebih banyak...setelah sibuk manggil-manggil Björk, tiba-tiba lampu dipadamkan...P.A ngumumin kalau dilarang memotret dalam bentuk apapun, dan mengingat Björk rada tempramental, jadi sebaiknya sih memang nggak usah motret...dan sejujurnya sempat tergoda banget, tapi kalau dipikir malah nggak nyaman nontonnya...jadi saya matikan semua telepon genggam saya hahaha...tapi dasar orang Indonesia nggak tau aturan, tetap aja banyak yang nyuri-nyuri motret...
Dan tiba-tiba keluarlah serombongan wanita berbaris, dengan dahi digambari riasan bak hiasan ala Totem...The Wanderbrass (?), Brass section dari Björk, dan mulailah intro Brennið Þið Vitar dan akhirnya si cantik (serius cantik dan menggemaskan, tanya Rina deh) masuk ke arena Björk, langsung menggebrak dengan Earth Intruder-nya Volta...dan semua orang langsung berlompatan...saya puas jejeritan...apalagi Rina yang gemas-gemas...sama aksi panggungnya Björk...dan Björk memang menggemaskan...sampai-sampai pingin rasanya di kantongin, trus dibawa pulang...
Belum lagi aksinya, yang sangat teatrikal...tiba-tiba lag dia ngeluarin "spider web" daari tangannya, sambil berlari kesana-kemari...membuat panggung penuh dengan jerat-jeratnya...dan ternyata saya salah besar...lampu-lampu yang menurut saya kok kurang meriah yah, dalam ukuran jumlahnya dan tata letaknya...ternyata cukup banget...sangat cukup ternyata...dan seiring berjalannya konser...anjrit tata lampunya ok ternyata hahahaha ampun maafkan saya...ternyata peralatannya 15 ton...dibawa mereka...(tadinya saya pesimis konsernya bakal niat, jangan-jangan minus one bla-bla-bla...soalnya kayaknya dia konser disini hasil culikan di tengah jalan antara jadwal konser di Australia (BDO) dan konser di Jepang nanti...
lanjut ke konsernya, setelah itu disusul dengan Unvarel, All Is Full Of Love...yang mulai membuat penonton semakin bernyanyi bersama...(senang...berarti yang nonton nggak cuma kena hype nonton konser doang hehehe)...
kemudian disusul dengan Joga...tiba-tiba sinar laser menyeruak dari tengah panggung, dan karena konsernya di ruangan yang sempit, untuk ukuran venue konser Björk, maka penggunaan sinar laser sangat maksimal rasanya...lasernya sendiri sangat mendukung lagu Joga, membuat langit-langit Tennis Indoor serasa terpayungi laser, dan lasernya sendiri menggambarkan patahan (crack) seperti di video clipnya Joga...buat yang nonton di festival...kayak saya dan Rina, asyik banget, rasanya seperti masuk kedalam alunan lagu Björk, sedikit ekstase tanpa perlu pakai substance hahaha!
anjrit...kalau rave party mah biasa...tapi konser interaktif jarang-jarang rasanya...
disusul dengan Pagan Poetry, dari album Vespertine...disini penonton lumayan mulai kalem, jadi suara lengkingan Björk mulai bisa saya nikmati...sambil tetap merinding disko...melihat dia di depan saya, membawakan lagu yang saya tunggu ini...
Oh yang gila lagi si Wanderbrass, Brass sectionnya Björk itu keren banget...bukan cuma sebagai pemusik pengiring, tapi backing vocal juga, dan ini yang seru...mereka juga bergerak-gerak mengikuti ritme lagu, patah-patah, wacky, seperti Björk juga...
berturut-turut, kalau nggak salah, soalnya saya nggak ingat lagi apa saja lagu yang dibawakan Björk malam tadi...terlalu gembira hingga lupa (amnesia list lagu sesaat)...Pleasure Is All Mine...Hidden Place-nya Vespertine yang sangat magical itu, sayang paduan suara aslinya nggak dibawa kali ini hehehehe...dan terlalu berisik juga penonton Jakarta...termasuk saya...Desired Constellation, yang membuat saya terpana melihat aksi sipemusik digitalnya Björk, lupa namanya, tapi sangat terkesima dengan peralatannya yang mirip sonar menara pantau bandara, tapi touch screen dan sangat interaktif ini...(baru kemarin ter mehe-mehe liat Daft Punk di Grammy dengan alat yang mirip ini, ternyata...Björk punya lebih kacau lagi...) kemudian diaduk-aduk lagi perasaan yaang sudah dibawa kalem dengan Army Of Me...dengan gaya Björk yang berjalan mirip raksasa...dan semua penonton menggila, melompat, menghentak...huaaaah...
aksi panggung? jangan tanya, lampu bertebaran...laser berseliweran...Björk bergerak layaknya anak kecil yang kelebihan makan permen (gula)..penonton yang bergerak, lompat, nyanyi bareng...
belum lagi pas Bachelorette, salah satu anthem...pokoknya setiap intro berapa detik di setiap lagu dimainkan...penonton (dan saya) menggila tentunya...apalagi pas Bachelorette yang kadang-kadang membuat suara Björk tenggelam diantara suara penonton...lanjut Cover Me, Wanderlust...dari album terakhir Volta...
saya sampai bertanya-tanya, dia (Björk) bermasalah nggak yah penontonnya sing a-long begini? soalnya kalau nonton DVD-DVD konsernya jarang tuh lihat penontonnya sing-a-long gini...tapi ternyata...Björk yang irit basa-basi ini, cuma ngomong thank you very much doang (dengan suara yang menggemaskannya itu), nggak masalah sama sekali...! hahahaha malah pas lagu Hyperballad dia malah menyuruh penontonnya nyanyi hingga bagian refrain pertama...sinting kan...mungkin dia bingung juga...di negara ini ternyata banyak die hard fans juga...
ditutup dengan Pluto (album Homogenic) yang brutal banget itu...panggung dihajar dengan tata lampu maksimal...Björk menggila banget...penonton gila juga semuanya...berusaha menjerit-jerit seperti dia di lagu ini...dan setelah itu Björk pamit (berlagak pamit lah...hello)...yah langsung penonton teriak-teriak minta encore..."we want more...we want more" sampai pegal...
setelah lumayan dicuekin, 5 (atau 10?) menit lah, Björk keluar lagi sambil diiringi dengan Wanderbrass...yang mengambil posisi mengelilingi Björk, dan mengenalkan semua personil panggungnya yang 15 orang itu, setelah itu mengalunlah Anchor Song, satu-satumya lagu yang dicomot dari album Debut, dan disini terlihat banget kenapa saya cinta Björk!, Björk tuh menyanyi, bermusik karena dia cinta dengan bebunyian! sama seperti saya suka musik bukan gara-gara melodinya dan lirik semata, tapi bunyi-bunyian yang bergerak (serius bunyi itu bisa bergerak kalau buat saya), dan dia bergerak mengikuti bunyi brass sectionnya ini...layaknya seorang konduktor...
akhirnya konser terpaksa benar-benar berakhir setelah Declared Independence, lagu dari album terakhir, Volta...menghentak-hentak dan sekali lagi membuat arena seperti acara rave party! semua orang berlompat-lompat mulai dari Björk, Wanderbrass yang menggila...musisi pendukungnya...dan tentunya penontonya...jeritan Björk "raise your flag...." yang di jawab teriakan "higher...higher" oleh penonton...confetti betebaran lagi...sinar lampu bertebaran...kembang api...edan gila...beruntung saya menonton di festival...bukan di tribun...sehingga saya serasa berada didalam satu paket pertunjukan...dan denganberat hati saya harus menerima kalau pertunjukan ini benar-benar harus berakhir...buhuuuuu
tapi saya puas, ngelihat Rina puas semakin puas, ketemu teman-teman nambah puas lagi...plus makan kebab Piccolinnos, mengganjel lapar gara-gara berjingkrakan...makin puas lagi rasanya...cuma sayang saya lupa mau nyalamin Adrie Subono, bilang terima kasih, tapi dianya sibuk tuh hahahaha...thanks yah oom...
asyik...next stop Depeche Mode, New Order (kalo tiba-tiba ngeband lagi), Massive Attack, Ravi Shankar (kalau masih hidup)? ayo oom panggil mereka...
setelah sebulan menunggu...plus rada-rada sport jantung, bakal batal gagal gara-gara dia sempat sakit di big day out tanggal 25 kemarin...trus sambil sibuk ngurusin lamaran...(sibuk apa? hehehe)...trus printer gagal mulu ngeprint kaos buat...dan rada cacat dikit kaosnya...
yahahahahhaa akhirnya...setelah mendapat gossip kalo temannya tosi ketemu di bali kemarin dari rina...daaaaaan tadi ke disc tarra PIM 1...akhirnya...
sekarang tinggal ngecharge ipod dan dengerin volta dan medulla...hahahahahaha
cd medulla, kaos buat nonton....dan tiketnyaaaaaaaaaaaaaaaaaahhahahahaha
Kenapa sih nggak milih reporter, pembawa acara, dan kamerawan mengerti akan berita yang disiarkannya? bah...kamerawan tidak bisa membedakan mana foto probo, mana foto harto. Reporter yang harus ngomong, tapi berantakan, sehingga nggak jelas mau ngomong apa sih sebenarnya mereka...ternyata 32 tahun tidak serta merta membuat orang tahu, akan berita yang dilaporkanya...
..dan ini disemua saluran TV lokal, berhubung semua menyiarkan acara yang sama...untungnya saya berlangganan TV kabel...jadi bisa kabur ke TV luar...cuma tetap saja gatal...
(This blog entry was automatically generated by Multiply's Wish-list Cross-posting feature.)
Below are items recently added to my Amazon wish-list. If you are familiar with anything below and have any comments or alternate suggestions, please leave a reply.
Si sinting...keluar lagi Mac Book generasi Air...cuma repotnya nggak ada firewire...padahal eksternal saya semua ber-firewire-ria...terus masih penasaran DVD drivenya dimana letaknya yah...sumpah keren tapi kalau saya yang pakai mungkin 2 minggu juga udah patah kali yah...soalnya tipis banget...
Damn! kenapa nggak ada firewirenya yah...? kecuali kalo eksternal bisa wireless sih nggak masalah...
Akhirnya setelah lama nggak nonton konser di dalam negeri...termasuk konser-konser band-band indie, akhirnya saya bersiap-siap untuk menonton konser lagi...dan asyiknya konser kali ini konser salah satu yang masuk dalam list saya untuk ditonton sebelum saya meninggal...nanti...Björk!
Minggu lalu, seperti biasa sambil keliling ruang tamu saya itu, PIM1 (iya ruang tamu, karena dekat rumah dan selalu kalau janjian bikin janjinya sama teman/klien ke situ melulu), eh tiba-tiba di depan Bonn, toko cd lantai satu PIM1, ditempel secarik kertas..."My Chemical Romance dan tiket Björk tiket dijual disini..." langsung saya bergegas masuk dan nanya, konfirmasi benar jualan atau cuma ngiseng saja mbak-mbaknya nempelin pengumuman di etalase...ternyata benar...langsung bikin rencana besok harus nyari proyek baru nih buat beli tiket...dua, satu buat saya satu buat si Rina, pacar saya (soalnya dia nitip)..alhamdulillah dapet kerjaan lucu-lucuan yang bisa untuk beli tiket...soalnya ternyata mahal juga harga tiket sekarang...600 ribu buat yang festival...tapi berhubung Björk, yang tadinya saya kira siapa juga yang berani ngedatengin dia kesini, Indonesia...dan salah satu cinta lama saya...(maaf Rin...) jadi yah sudah lah...toh masih lebih murah daripada nontonnya di Singapore kayak The Cure kemarin...
Tapi sayangnya si Bonn itu aneh juga, bayar pake Visa Electron kena tax 3%...dan lebih gila lagi...pake Debit BCA kena tax juga 3%!, apa-apaan...malas banget kan...jadi akhir pergilah saya ke Disc Tarra...yay bisa pake debit...(damn you Bonn...!)
Trus jadi nginget-nginget...konser-konser yang saya nonton dahulu...yang berkesan yang mana saja...
Konser pertama (dan tercepat) saya: Mick Jagger, tahun 1988, waktu saya SMP kelas satu...kebetulan ada oom saya yang dapat tiket gratis nonton Mick Jagger di Stadion Utama Senayan. Masih inget sekali betapa ramainya stadion besar itu dengan penonton yang hampir memenuhi semua kursi dan setengah lapangan stadion...dan nunggu mulai mainnya itu lama banget...kalo nggak salah sempat ada opening act segala, kalau nggak salah ada gamelan?...lupa saya...cuma sayangnya ini juga konser tercepat saya...karena baru beberapa nomer dibawakan Mick Jagger, tiba-tiba dari luar terlihat asap api...ternyat diluar mulai rusuh, fans-fansnya yang nggak punya uang untuk masuk, berusa masuk sambil menghancurkan beberapa mobil yang parkir di sekitar Stadion Utama Senayan...jadilah saya dibawa kabur secara paksa oleh oom saya itu, karena takut kalau terjadi apa-apa...
Konser terbrutal saya: Metallica, di Stadion Lebak Bulus, hari pertama tanggal 10 april 1993 (kok ingat? soalnya masih nyimpen tiketnya hehehe...). Berbekal pengalaman konser pertama tadi, saya sebenarnya sudah mengira soal kemungkinan rusuhnya konser ini, walaupun konser pemanasan sebelumnya, Sepultura, nggak terlalu rusuh menurut berita-berita yang saya baca/dengar...tapi gila aja Metallica, dewanya speed/trash metal...masak nggak nonton?...setelah nabung uang jajan selama beberapa minggu hasil puasa beli kaset di Duta Suara (dulu setiap rabu pasti saya beli kaset ke Duta Suara, hasil nggak jajan seminggu di sekolah...) akhirnya bisa beli juga tiketnya, yang kelas satu, karena VIP kemahalan dan festival nggak kepikiran hehehe, Rp. 75.000, mahal untuk ukuran tahun segituan...plus bonus kaset "Dialog"nya Setiawa Jodhi (yang langsung saya tiban untuk ngerekam lagu-lagu dari prambors...)
Didrop di Lebak Bulus, oleh bapaknya Tjun-Tjun, kakak kelas saya dulu di SMA, dan mulailah berjalan kaki dari perempatan Lebak Bulus menuju stadion, yang masih rada baru itu (tahun 1993). Ternyata baru saja ngantri masuk stadion, ketika sedang berusaha melewati pos terakhir dari berlapis-lapis pos pemeriksaan polisi & keamanan...tiba-tiba dibelakang saya dekat warung depan stadion, para fans yang nggak punya uang itu mulai rusuh...memaksa masuk, mulai melepar-lempar batu yang di balas oleh orang-orang yang sedang mengantre jauh dibelakang saya...jadi mulailah kita bergegas masuk...didalam beberapa menit Rotor, band pembuka manggung, tiba-tiba di layar giant screen terlihat api mulai menjalar dari luar sana...melahap warung tadi beserta tiang listrik/telepon didekatnya...belum lagi gedoran-gedoran dari luar untuk memaksa masuk...
Di dalam? siapa bilang nggak rusuh, kalau festival yah sudahlah, nggak mungkin nggak rusuh tapi kelas satu...jangan salah, sama saja...botol-botol beterbangan, saya yang berhadbangig ria saja sempat tertimpuk botol air mineral...tapi ini juga konser terlucu yang pernah saya lihat...karena kelas satu letaknya duduk di tribun jadi kita bisa lihat bagaimana penonton tanpa karcis berebutan masuk ketika pintu stadion dibuka...seperti semut berlari mengejar gula...dan lucunya, seperti layaknya konser-konser lainnya, ketika mereka, Metallica, pura-pura undur diri, para penonton tambahan itu berlomba-lomba bergegas keluar stadion...tapi ketika tiba-tiba terdengar intro "One", mereka sontak balik badan dan langsung bergegas masuk kembali kedalam...
Pulangnya...total war zone, asap dimana-mana, polisi sibuk menyabet kita, penonton dengan rotan, bau bensin dimana-mana, gelap, sirene dimana-mana, PMI sibuk merawat korban-korban rusuh diluar sana...dan...nggak ada kendaraan umum/pribadi yang berani lewat sana...yang parkir disana?...er nggak berani jamin mobilnya masih mulus...jadi kita terpaksa jalan kaki ke Bona Indah untuk mengambil mobil teman saya, yang bertemu saya didalam arena...ternyat besok paginya saya baru tahu kalo konser ini brutal sekali, dan sampai-sampai mobil display suzuki, Katana di Pondok Indah dibakar massa, pantesan orang tua saya panik mencari saya esok harinya...
Konser tercapek saya: Bon Jovi, di Ancol (1995?), mengapa soalnya waktu itu saya dan pacar saya saat itu habis test lari, keliling GOR Pajajaran, tujuh lap (ya di ITB ada mata kuliah olah raga) , langsung ke Jakarta go-show, dapet tiket bisnis (berusa beli eksekutif, gara-gara kecapekan, supaya bisa tidur nyaman)...tapi nggak dapat, kerumahnya di mampang, janjian ketemu teman-teman saya, naik taksi dan dengan bodohnyaa turun dipintu dekat Hailai, Ancol, karena nggak 'ngeh kalo pintu masuknya di pintuyang satunya, jadilah jalan kaki dari sana ke venuenya, yang jauhnya amit-amit itu...
Sampai sana ternyata masih lagi kita harus ngantre masuk, hampir dua jam lamanya...pegal banget mana nggak ada yang jual minuman disana...satu-satunya hiburan hanya menonton orang-orang yang berusaha masuk tanpa tiket, lari dikejar-kejar anjing herder (german shepherd) polisi...atau mereka mengumpet didalam selokan sekitar pintu masuk...didalam ternyata nggak nemu orang jualan minum satupun...mana ngos-ngosan kecapekan, saya masih harus menopang pacar saya yang juga kelelahan, menonton band yang saya sebenarnya nggak suka-suka amat hahaha...pulangnya? jalan lagi kayak tadi, tapi tanpa berhenti ngantre dua jam tepatnya...hahaha
Konser ter-ngapain saya nonton konser ini?: Bryan Adams, tahunnya lupa, jadi ceritanya sepupu saya ada di Jakarta, ohya dia tinggal di Singapura, dan ternyata dia dapat dua tiket gratis Bryan Adams, tetapi nggak punya teman nonton konser, jadilah saya menemani sepupuku ini nonton konser di JHCC. Dan ternyata konsernya nggak ramai penontonnya, sepi malah, bayangkan venuenya yang cuma ada satu kelas saja, festival nggak penuh setengahnya oleh penonton...Jadi saya berdiri di deretan paling belakang, sedangkan sepupu saya itu saya lepas, berlari mendekat ke arah panggung...
Dan saya hanya berdiri dibelakang sana, bersidekap mengawasi sepupu saya dari jauh, karena saya nggak suka Bryan Adams, hanya suka satu lagu, Summer 69...ternyata saya tidak sendirian, pas saya nengok ke kiri dan kanan saya ternyata ada berberapa cowok yang berpose persis seperti saya berdiri, bersidekap sambil mengawasi pacarnya yang jejingkrakan didepan sana...
Tetapi ternyata ini juga menjadi salah satu konser terunik yang saya tonton, karena ketika mereka berlagak undur diri, tiba-tiba si Bryan muncul di belakang penonton, dan naik ke panggung kecil dibelakang kami...sehingga bisa lebih intim dengan fans-fansnya...
Konser teraneh gaya saya pas nonton: Mojo, ini karena mendadakan nontonya, baru pulang dari presentasi, rapih dengan dasi...dan tas gambar A2, dengan teman kantor saya Roni, yang memaksa saya untuk menonton dulu buat istirahat, melepas lelah dari presentasi...dan karena dia dapat tiket gratisnya dari adiknya yang kerja di promotor konser Mojo ini...dan karena kita naik taksi dari presentasi...jadi kita masuk sambil bawa tas gambar A2 itu kedalam arena...aneh bukan?
Konser paling kompak penontonnya: Duran-Duran, satu tahun setelah konser Metallica, tahun 1994, merka manggung di Jakarta. Saya nonton bedol desa bersama sepupu-sepupu saya dan adik saya, berhubung mereka idola kita ketika tahun 80an...kompaknya penonton? berhubung mereka sedikit ngaret...dan nggak ada band pembuka, jadi promotor memasang lagu-lagu tahun 80an dispeaker arena, dan saya sampai terkesima karena saya ingat waktu itu lagu Shout!-nya Tears For Fears dipasang, hampir semua penontonya bernyanyi bersama...hehehe
Konser dengan aksi terbodoh: Duran-Duran, karena tiba-tiba Simon muncul di belakang penonton dan berusaha menerobos kepanggung, alhasil bajunya koyak dan badannya terbaret-baret dijamah penonton...gila apa...nggak mikir diserbu fans?
Konser pertama terpuas saya: Sting, Jakarta 1994, mengapa? soalnya saya sedang masa-masanya mau EBTA-EBTANAS, kalau nggak salah besoknya, tapi maksa nonton, sendirian, tanpa teman, tanpa keluarga...teman-teman SMA saya mana ada yang suka Sting/The Police, mereka lebih suka Indecent Obsession...(serius!), atau RHCP...jadi saya nekat saja nonton konser sendiri sambil celingak celinguk berharap ketemu siapapun yang saya kenal disana...ternyata nggak nemu tapi ternyata malah saya keburu asyik berjingkrakan nonton Sting, berteman dengan orang-orang disebelah saya, terlebih lagi Sting berbaik hati repetoar konser setengahnya memainkan lagu-lagu The Police...sampai-sampai di akhir acara saya terpaksa beli kaos tour Sting, karena baju saya basah sekali...hasil jejingkrakan tadi...
[Mini] Konser ter-oh ada yang manggung dan eh lagu mereka ternyata yang ini toh? Safri Duo, Embassy, Jakarta, karena saya sering mendegar lagu mereka kala begajulan dulu, tanpa tahu ini lagunya siapa...dan ketika sepupu saya mengajak ke Embassy, ternyata mereka manggung disana...dan mereka memainkan lagu-lagu mereka ternyata oh ternyata...
Nonton konser terniat: The Cure, Singapura 2007, bayangkan...buat pasport baru...(pasport lama hilang dan mati), berlagak belum punya pasport, lari ke kantor lama saya minta surat rekomendasi buat bikin pasport, berhubung status sekarang pekerja lepasan, nyari proyek (buat bayar ongkos), bikin rute murah kesana, buat kaos (buat nonton)...dan nonton konsernya 3 jam lamanya...huahaha kurang niat apa?
Habis Björk, jadi tinggal nunggu: New Order, Depeche Mode, Pet Shop Boys, U2, Smashing Pumpkins, Annie Lennox, Kraftwerk, Placebo, Moz...dan Ravi Shankar walaupun saya rasa U2 susah banget pasti kemungkinan manggung disini...buahaha kok masih banyak?
Banyak orang yang pagi tadi kebakaran jenggot karena akhirnya multiply lebih galak lagi membrantas kaum pengupload musik di multiply (dan tentunya kaum pengdownload)...
Tiba-tiba semua bagian musik di multiply tidak bisa didownload, dimulai dengan dihilangkannya button download di semua playlist, sampai akhirnya hilang linknya, dan balik lagi kayak sekarang, hilang button download...mulai deh dari pagi hari, para manusia yang berkepentingan, termasuk saya salah satunya, panik dan berusaha mengakalinya...seperti mas erwin, mbak tiwi, dan mas ardi. Untuk windows user sepertinya banyak jalan tapi untuk mac user...? susah banget nyarinya...kecuali kalo punya winamp yang run under Mac OS X...
Akhirnya gw berhasil memodif dari semuanya yang download versi mac...
pertama: pakai firefox, dan jangan lupa punya fasilitas quicktime... use firefox, don't forget you should have a quicktime plug-in on your firefox
kedua: download playlistnya (kalau di klik ternyata langsung download m3u-nya) then download the play this playlist, the link is in the left sides on the bottom
ketiga: buka file m3unya pakai text edit open your downloaded playlist files (.m3u) using the text edut applications
kelima: copy dan paste text link di tab baru di firefox kamu paste the link into a new tabs on your firefox
keenam: otomatis file terbuka di quicktime firefox-mu automaticaly your quicktime on your firefox were opened
ketujuh: save file, lihat panah sebelah kanan quicktime, save as source... save your file after it already completed its uploading, click the right button on your quicktime player...same as source...
kedelapan: file sudah ada di hardiskmu yay! woila! your mp3 files at your hardisk..
selamat berburu dan berbagi kembali... happy hunting and happy sharing...
DOWNLOAD MUSIC FROM MULTIPLY WITH WINDOWS MEDIA PLAYER
Here's what I did I "click on anyones playlists" to bring up Windows Media Player "Click" the right arrow key >>>> Next to where you see the Play Button to go through the tracks, Then above look for "File" or right click too Save File as. : ) It Works only if the person has allowed others to download.
DOWNLOAD MUSIC FROM MULTIPLY WITH ORBIT DOWNLOADER
For this to work, you will need to install a player that shows the properties of each song in the streamed playlist (like Windows Media Player or WinAmp) and a downloader ( I recommend Orbit Downloader, here it is: http://dl.orbitdownloader.com/dl/OrbitDownloaderSetup.exe, it's free and it's easy to use)
Ayo kita nyanyikan dengan irama "Santa Claus Is Coming To Town..." semuanyaaa! "Mbak Björk is Coming To Town..."
Tadi malam dapat gossip dari Rina, yang dia dapat dari sepupunya si Dina, dan saya langsung panik-panik nggak jelas, gimana nggak, nggak pernah mengaharap kalau ada promotor yang berani untuk meminang Björk ke Jakarta. Mengingat segmen pasar yang nggak besar, nggak sekomersil band-band emo yang berseliweran di pangung-pangung konser Jakarta belakangan ini.